Selasa, 30 Desember 2014

Ini Dia Air Asia Itu


foto: bbc Indonesia

Akhir Desember ini terlalu banyak musibah menimpa Indonesia. Dari tanah longsor di Banjarnegara, Jawa Tengah, Banjir di berbagai penjuru dan terakhir Hilangnya Pesawat Air Asia dengan 160 penumpangnya. Semoga tidak ada lagi musibah yang menyedihkan.


Air Asia adalah topik paling hangat yang selama dua hari terakhir diperbincangkan publik. Tim SAR hingga saat ini masih terus mencari keberadaan pesawat yang hilang kontak ketika dalam penerbangannya dari Surabaya menuju Singapura, Minggu pagi (28/12/14). 

Siapakah pemilik dan bagaimana tentang perusahaan penerbangan ini ? Berikut ini adalah jawabannya, seperti dijelaskan dalam sebuah tulisan di BBC Indonesia.

Tahun 2001, Tony Fernandes, mendirikan maskapai penerbangan murah di Asia, untuk menyaingi Malaysia Airlines dan Qantas Australia.

Dengan slogan "Now Everyone Can Fly", saat ini penerbangan AirAsia menjangkau sekitar 100 tujuan di seluruh lebih dari 15 negara, meskipun banyak sejumlah penerbangan ini dilayani oleh berbagai maskapai dan anak perusahaan yang menggunakan nama merek perusahaan.

Salah satu maskapai itu adalah, Indonesia AirAsia, yang mengoperasikan penerbangan QZ8501 dari Surabaya ke Singapura yang hilang kontak dengan kontrol lalu lintas udara pada Minggu pagi.

Pesawat dengan jenis Airbus A320 melayani lebih dari 30 rute, dengan sejumlah tujuan di negara Thailand, Malaysia, Indonesia, Singapura dan Australia.

AirAsia memiliki 49% saham Indonesia AirAsia, namun mempunyai kepala eksekutif terpisah, yaitu Sunu Widyatmoko. Sisa saham perusahaan ini dimiliki oleh para pemegang saham Indonesia.

Pemerintah Indonesia melarang sejumlah perusahaan asing mendominasi kepemilikan saham setiap perusahaan penerbangan sipil.

Nama AirAsia erat kaitannya dengan nama pengusaha asal Malaysia Tony Fernandes, ia menjadi kepala eksekutif dan menjalankan operasinya pada tahun 2001.

Fernandes yang selalu tampil dengan celana jins dan topi AirAsia ketika di wawancara, dipandang sebagai Richard Branson-nya Malaysia

Fernandes ingin meniru cara Branson dalam mengambil alih dominasi British Airways di tahun 1980-an dengan bersaing dengan sejumlah maskapai besar lainnya seperti Malaysia Airlines

Dia tercatat sebagai salah satu orang terkaya di Malaysia.

Ketika pesawat ini hilang, dia segera memberikan dukungan kepada keluarga korban dalam pesan twitternya, dan datang ke Surabaya bersama para anggota afiliasi Indonesia AirAsia.

                
            CEO AirAsia Tony Fernandes dalam jumpa pers di Jakarta (bbc Indonesia)

Model bisnis AirAsia mirip dengan apa yang disebut dengan budget airlines atau penerbangan murah. Maskapai menetapkan tarif rata-rata adalah sekitar 170 ringgit Malaysia.

Dalam tiga bulan hingga akhir September, grup AirAsia meraup laba 26.5 juta ringgit Malaysia dan mengangkut hampir 5,3 juta penumpang.

Namun, jumlah penumpang yang diangkut oleh Indonesia AirAsia turun sebesar 10% pada periode yang sama, yang mengakibatkan kerugian 1,85 juta setelah maskapai itu mengurangi beberapa rute nya.

Jumlah total penumpang yang diangkut oleh maskapai itu mencapai 8 juta orang pada tahun 2013.

Dalam beberapa tahun terakhir saham Indonesia AirAsia terangkat di lantai bursa, namun kenaikan sejumlah biaya dan depresiasi mata uang rupiah terhadap dolar AS menghambat rencana.

Indonesia AirAsia hanya mengoperasikan satu jenis pesawat-Airbus A320-single-aisle, yang memiliki kursi penumpang sebanyak 150 dan 180. Ujung sayapnya dirancang agar bahan bakar pesawat lebih efisien.

Pihak Airbus mengatakan jenis A320 yang digunakan pada penerbangan QZ8501 sudah mengumpulkan 23.000 jam terbang pada 13.600 penerbangan.##

Translate